Sport

Penembak Indonesia Gagal Di Nomor 10 M Air Rifle

×

Penembak Indonesia Gagal Di Nomor 10 M Air Rifle

Share this article

Naufal sendiri disebutnya gagal keluar dari tekanan karena mendapat undian yang menempatkannya bersebelahan dengan juara dunia asal India, Ravi Kumar. “Ravi itu adalah atlet idolanya dan terlihat Naufal sangat grogi. Mungkin terlihat sepele, namun tadi performanya memang jauh dari saat latihan kemarin,” ungkapnya.

Kedepan, dirinya sendiri berharap ada penambahan psikolog di dalam kontingen Indonesia. “Selama ini beberapa kali kita juga mengundang psikolog, namun hanya sekitar 3-4 kali saja. Kami berharap psikolog yang memang melekat bersama kontingen sehingga dapat terus memantau perkembangan atlet, dalam situasi pertandingan, secara teknis kita tidak kalah namun hanya masalah mental atlet yang masih turun naik,” harapnya.

Walau gagal lolos ke final, Budiman sendiri menyebut perkembangan pembinaan menembak di Indonesia telah berada di jalur yang tepat.

“Dari sisi hasil memang kita gagal meloloskan atlet ke final, namun dari skor sudah ada peningkatan dan tadi semua bisa melihat jarak kita dengan negara yang diatas kita sudah tidak terlalu jauh. Namun tentu tetap ada evaluasi lagi, salah satunya memperbanyak jam terbang atlet kita di level internasional agar mental bertanding semakin baik,” pungkasnya.

Sementara itu, Fidela Puspa Dewi mengakui memang memperlukan banyak jam terbang di level internasional untuk meningkatkan prestasinya.

“Dari hasil tentu kecewa gagal ke final, namun untuk skor rata-rata ada kemajuan. Saat latihan terakhir memang sempat mencatat skor tertinggi sekaligus terbaik selama ini, namun atmosfer pertandingan saat berbeda dengan latihan. Kedepan, saya berharap bisa terus diberikan kepercayaan turun di ajang-ajang internasional, kalau bisa Sumsel juga yang mempunyai venue lengkap juga menggelar kejuaraan internasional sendiri,” ujarnya singkat.

editor : lintang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *