“Klub mana yang siap kita mulai, tidak harus 18 klub semuanya. Terpenting kita mulai dulu di awal tahun nanti,”pungkasnya.
Dalam ajang Asian Games cabang olahraga (cabor) sepakbola Indonesia memang dinilai siap. Tapi kesiapan itu sendiri hanya terlihat dari klub sepakbola pria. Hal itu tentunya di dukung dengan beragam potensi pemain handal yang berlaga di Liga Domestik Tanah Air.
Sedangkan sepakbola putri proses pembinaan pun terhambat. Terlebih tidak adanya kompetisi resmi. Alhasil talenta putri Tanah Air hanya mengasah kemampuan di beragam event futsal juga notabene digelar tak profesional (kelas antar kampung alias Tarkam). Apa lagi laga bergengsi level tertinggi Liga 1 dikelola secara profesional.
Kondisi itulah membuat PSSI selaku induk sepakbola tidak bisa mempersiapkan srikandi putri terbaik berlaga di Asian Games 2018. Ini membuat Liga 1 Indonesia putri bagi PSSI wajib terselenggara di tahun depan.
editor : lintang













