Hal ini disampaikan Direktur Jenderal (Dirjen) Perkeretaapian Republik Indonesia (RI), Zulfikri, Minggu (26/8/2018).
Namun dirinya mengungkapkan bahwa perkiraan tersebut dapat berubah, jika masyarakat sudah benar-benar menjadikan ular besi ini sebagai lifestyle.
“Juga dapat menggunakan moda transportasi canggih ini dibutuhkan untuk berpindah dari satu tempat ketempat lain, selain menuju Stasiun Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang,”ungkapnya.
Jika masyarakat dapat beralih dan kapasitas penumpang berlebihan, pihaknya akan melakukan penambahan Trainset untuk LRT Palembang.
“Mungkin bisa kita tambah lagi rangkaiannya, kalau masyarakat menjadikan LRT sebagai lifestyle,” tutupnya. (Ab)
Editor: Janu













