Saat ini, tongkat kepempinan MUI diemban oleh dua Wakil Ketua Umum yakni Prof Dr Yunahar Ilyas dan Zainut Tauhid Sa’adi.
Menurut Zainut Tauhid bahwa keputusan non aktif Ma’ruf Amin dari ketua MUI tersebut, untuk menjaga independen MUI dari dinamika politik praktis.
“Sejak ditetapkan sebagai Cawapres oleh KPU, posisi jabatan di MUI itu diisi oleh prof Yunahar dan saya sendiri bergiliran menjaga organisasi dan melaksanakan tugas di MUI kedepannya,” kata Zainut, Rabu (29/8).
Selain itu dirinya juga menghormati keputusan Ma’ruf Amin yang ingin berkonsentrasi maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres).
“Beliau memilih non aktif. Pilihan itu menurut saya harus dihormati karena beliau ingin konsentrasi dan tidak ingin di MUI nantinya ada kegiatan politik praktis,” ujarnya.
Saat ditanya mengenai apakah akan menggangu kinerja dari MUI pasca non aktifnya Ma’ruf Amin, lanjut Zainut, dirinya mengaku tidak akan menggangu kinerja MUI kedepannya.
“Tidak tidak. Insya Allah tidak akan menggangu, karena kinerja kepemimpinan di MUI itu bukan pribadi tetapi kolektif kolegial,” pungkasnya. (Ab)
Editor: Janu













