“Kami tegaskan agar tersangka yang kabur secepatnya untuk menyerahkan diri. Cepat atau lambat hidup atau mati akan kami kejar,” tegasnya.
Dikatakan Zulkarnain, peredaran narkoba di Sumsel sudah sangat mengkhawatirkan. Untuk itu kepolisian khususnya Polda Sumsel berkomitmen dalam memberantas peredaran narkoba di Sumsel. Tersangka Heriyanto yang ditembak mati ini termasuk jaringan pengedar narkoba asal Aceh. Untuk keterkaitan dengan yang ditembak mati oleh BNNP Sumsel beberapa waktu lalu, pihaknya masih melakukan pendalaman.
“Karena harta para bandar dari hasil penjualan narkoba cukup banyak dan akan dikenakan TPPU. Seperti yang kami tembak mati ini transaksi dari keuangan nya lumayan besar karena dia adalah salah satu bandar besar
diwilayah Pali,” katanya.
Sementara itu, Didi Permadi mengaku sudah tiga tahun menekuni bisnis haram tersebut. Dalam sebulan sabu yang diedarkannya di wilayah Pali mencapai lima kilogram. (Dik)
Editor: Janu













