Jika masih ingat, Path populer dan menginjak titik puncak ketenarannya sekitar 2014 lalu. Sosial media tersebut agaknya mirip dengan Facebook, Twitter, atau bahkan Instagram. Lewat Path, pengguna bisa menginformasikan segala hal yang sedang dilakukannya tidak hanya lewat status tulisan saja. Tetapi juga lewat fitur menarik seperti Sleep, Awake, Reading, Watching, Listening, dan sebagainya.
Pengguna lain juga bisa menanggapi aktivitas temannya di Path lewat beragam emoticon lucu. Path juga menyediakan layanan pesan singkat atau chatting bagi usernya yang ingin berinteraksi lebih lanjut.
Kabar soal tutupnya Path tampaknya bisa jadi benar. Pasalnya, jejaring sosial media tersebut memang mengalami penurunan pengguna yang cukup signifikan. Tutupnya Path juga tidak lepas dari persaingan antar penyedia layanan jejaring sosial seperti Instagram dan Facebook.(net)
Editor : mahardika













