“Tapi kalau anak sekolah, anak sekolah kan pemula ini dan tidak punya rekening pribadi seperti itu, makanya masuk ke rekening sekolah. Bukan rekening kepala sekolah, tapi penanggung jawab kepala sekolah. Jadi tolong dibedain profesional dan anak sekolah,” jelas Husniwati.
Setelah berdiskusi, SMAN 6 Jakarta dan para siswa sepakat bahwa honor akan diberikan dalam bentuk uang tunai. Selain itu, sekolah memberi apresiasi dan kenang-kenangan kepada anak-anak tersebut berupa jaket hingga sertifikat.
“Mereka dapat Rp 50 ribu, maksimum jadi Rp 1.050.000 karena 21 kali datang. Tapi tidak sama ya, karena ada yang 18 kali datang, 13 kali datang, beda-beda juga. Karena ada absen, absen dari mana, absen dari Inasgoc,” tutup Husniwati.(detik)
Editor : Maskur













