KORDANEWS – PT Bukit Asam Tbk dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) meneken Perjanjian bersama mengenai Perjanjian Kerangka Kerjasama pengembangan angkutan batubara Kereta Api jalur Tanjung Enim Baru-Prajin dan jalur Tanjung Enim Baru Tarahan.
Serta, Rencana Jangka Panjang (RJP) Angkutan Batubara 2018 – 2027, dan keputusan bersama direksi PTBA – PT KAI tentang tim bersama pengembangan angkutan batubara dengan Kereta Api jalur Tanjung Enim Baru – Prajin dan Tanjung Enim Baru – Tarahan.
Penandatanganan ini dilakukan Direktur Utama PTBA, Arviyan Arifin dan Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro pada acara perayaan HUT PT KAI yang ke-73 di Pusdiklat PT KAI Bandung, Sabtu (29/9).
Direktur Utama PTBA, Arviyan Arifin mengatakan, melalui perjanjian ini, sasaran strategis yang akan dicapai adalah peningkatan angkutan batubara dalam kurun waktu 2018-2027.
“Pengembangan kapasitas angkutan
batubara Tanjung Enim Baru – Prajin dan Tanjung Enim Baru – Tarahan akan
menambah total kapasitas angkutan batubara menjadi 60 juta ton per tahun. Direncanakan mulai beroperasi pada tahun 2023,” kata dia, dalam keterangan tertulis yang diterima Kordanews, Sabtu (29/9).
Nantinya, angkutan batubara jalur Tanjung Enim Baru – Prajin memiliki kapasitas minimal 10 juta ton per tahun dan jalur Tanjung Enim Baru – Tarahan memiliki kapasitas minimal 20 juta ton per tahun. Kedua jalur tersebut kini sedang memasuki tahap studi kelayakan dan mulai beroperasi di tahun 2023.













