Hal ini karena kader Partai Demokrat Yan Harahab yang menduga Vicky Lumentut pindah ke Partai Nasdem kerena tersangkut kasus hukum dana banjir yang sedang diusut Kejaksaan Agung.
“Jokowi ini tahu apa pura-pura enggak tahu atau malah terlibat dalam urusan abuse of power jaksa agung yang menjadi ketua DPD Nasdem provinsi kejaksaan,” cuit Andi Arief.
“Kalau Jokowi memang terlibat dalam skandal jaksa agung jadi alat politik Nasdem, saya menyerukan #2018gantipresiden,” tambahnya.
Sehingga kalau Kejaksaan Agung jadi alat politik Partai Nasdem. Maka lebih baik pilpres dipercepat di tajun 2018 ini. Sehungga 2018 bisa mengganti kepala negara.
“Jokowi, kejaksaan dan Nasdem apa harus menunggu SBY menyerukan rakyat turun ke jalan untuk mengakhiri kebobrokan hukum yang digunakan untuk politik,” ungkap Andi Arief.(net)
Editor : mahardika













