Matthew Walker, profesor neurologi di Rumah Sakit Nasional London mengungkapkan, sexsomnia merupakan kondisi yang nyata. Tapi, itu juga dianggap gejala yang tidak nyata karena banyak penyebab kelainan itu yang tidak bisa dimengerti.
Dalam dunia medis, sexsomnia dikenal pada 2013. Kasus itu pertama kali dilaporkan pada 1986. Pada kajian 2015, hanya 94 kasus sexsomnia yang terdokumentasikan. Para peneliti percaya jumlah penderita sexsomnia terus bertambah. Tetapi, mereka tidak melaporkannya.
Apa penyebab utamanya? Memang penyebab pasti sexsomnia tidak terungkap ke publik. Tapi menurut Medical News Today, risiko seks sambil tidur berkaitan dengan kualitas tidur yang buruk. Itu juga bisa dipicu karena konsumsi alkohol yang berlebihan.
Faktor kekhawatiran dan penggunaan narkoba juga bisa menyebabkan sexsomnia. Kemudian, kondis kurang tidur dan beban stres serta depresi menyebabkan kelainan tersebut.(net)
Editor : mahardika













