Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sumatera Selatan menargetkan stasiun Dempo bisa dipakai pada 18 Oktober ini.
“Memang tinggal 1 stasiun Korem Garuda Dempo yang belum bisa di pakai. Kita kejar waktu pada 18 Oktober ini insya allah sudah bisa dipakai,” ujar Kepala Dishub Sumsel, Nelson Firdaus, Selasa (16/10/2018).
Nelson menjelaskan, berdasarkan laporan PPK LRT Sumsel dari Kementerian Perhubungan saat ini pada stasiun itu sedang dalam tahapan pembuatan tangga dan eskalator serta pemasangan lift.
Adanya, keterlambatan penyelesaian ini perihal pembebasan lahan untuk pijakan tangga yang sempat menghalangi. “Kami yakin ini bisa diselesaikan segera. Sebab tidak ada lagi masalah,” ucapnya.
Secara keseluruhan pengerjaan LRT sudah mencapai 98 persen, dimana seharusnya sudah mencapai 98,5 persen. Terjadi deviasi karena depo LRT di Jakabaring belum selesai. Rencananya akhir Desember nanti depo ini selesai.
Ia mengatakan, depo merupakan lokasi parkir dan perawatan kereta. Sebelumnya sempat terjadi masalah dengan pembebasan lahan untuk pembangunan depo tersebut. Namun saat ini, kata Nelson, tinggal pengerjaan sinkronisasi teknologi saja.
“Desember nanti selesai. Sehingga LRT memiliki tempat parkirnya,” ucapnya.
Tidak hanya fokus pada penyelesaian pengerjaan LRT, saat ini pihaknya sedang berdiskusi dengan pemerintah kota Palembang untuk feeder angkutan kota (angkot) dimana rute angkot ataupun AKDP (angkutan kota dalam provinsi) juga akan diatur melintasi stasiun LRT. Sejauh ini direncanakan AKDP akan diposisikan di stasiun Asrama Haji dan stasiun Jakabaring.
“Yang paling penting itu adalah sosialisasi ke masyarakat. Sebab saat ini kesadaran masyarakat untuk beralih ke moda angkutan massal belum sepenuhnya. Karenanya kita juga akan terus menggencar kesadaran masyarakat untuk menggunakan jasa LRT,” pungkasnya. (Ab)
Editor: Janu













