“Tapi intinya kita terbuka kepada semua opsi yang penting semua proses rekonstruksi ini berjalan lancar,” kata Bambang seraya menambahkan, pemerintah berharap bisa selesai kurang dari 2 (dua) tahun.
“Karena ini kan rehabilitasi dulu, hunian sementara, setelah itu kita masuk ke rekonstruksi,” sambung Bambang seraya menambahkan, diharapkan proses relokasi ini bisa selesai 2020.
Pada kesempatan itu Menteri PPN/Kepala Bappenas menjelaskan, bahwa hibah yang diberikan sejumlah pihak, termasuk lembaga asing itu untuk tanggap darurat, dan diperkirakan sudah di atas 50 juta dollar AS.
“Hibah yang untuk ke depan, ini yang masih dikumpulkan. Tapi yang kita lihat kemarin itu adalah komitmen pinjaman dari ADB dan World Bank. Tapi sekali lagi pemakaiannya tergantung kepada kebutuhan kita,” tukas Bambang.
EDITOR : AWAN













