“Korban ditemukan memegang senjata dan semua peluru bersarang di kepala. Sejauh ini dipastikan senjata api ini tak ada izin alias ilegal, kami sudah cek ini semuanya,” kata Kapolda Sumsel, Irjen Zulkarnain Adinegara di Polda Sumsel, Rabu (24/10/2018) sore.
Meskipun demikian, Zulkarnain belum dapat memastikan apakah senjata api tersebut organik ataupun non organik. Bahkan nomor senjata api sejauh tidak ada terdaftar di perbakin atau di polisi.
Akibat tembakan itu, lanjut Zulkarnain, seluruh peluru diketahui bersarang di kepala keempat korban. “Korban Frans memang ditemukan ada memegang senjata. Apakah bunuh diri atau tidak tunggu forensik. Tetapi yang jelas semua peluru masih bersarang di kepala keempatnya,” sambung mantan Kapolda Riau ini.
Untuk mendalami berbagai kemungkinan penyebab kematian satu keluarga ini, polisi juga memeriksa ponsel, laptop dan sejumlah barang bukti di rumah korban. “Termasuk juga ada anjing peliharaan yang informasinya juga terbunuh dengan cara dicekik dan direndam ke air,” katanya Kapolda.
Sementara keseharian kepala keluarga dikenal sering fitnes dan memiliki bentuk tubuh yang sehat dan atletis. Namun, Fransiscus dikenal tertutup untuk masalah pribadi. “Dia suka fitnes dan ngobrol dengan teman. Namun untuk masalah pribadi tertutup,” jelas Kapolda.
Sebagaimana diketahui, warga di Jalan Said Toyib, Kompleks Villa Kebun Sirih, Palembang, mendadak heboh setelah adanya penemuan satu keluarga yang tewas. Korban yang berjumlah empat orang ditemukan tewas dengan luka tembak di kepala.
Korban ditemukan tewas dengan luka tembak di kepala sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu pembantunya berencana membangunkan salah satu korban untuk berangkat sekolah.
Mereka yang ditemukan tewas adalah Fransiscus Xaverius ONG (45), Margaret Yentin (43) Rafael Fransiscus (18) dan Kathlyn Fransiskus (11). (Dik)
Editor: Janu













