KORDANEWS – Pemerintah tengah mengusahakan agar sampai akhir tahun 2019 mendatang tidak ada kenaikan tarif listrik. Upaya ini disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan pada konperensi pers 4 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK, di aula Gedung III Kemensetneg, Jakarta, Rabu (24/10) siang.
Menurut Jonan, sesuai Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) ada target elektrifikasi 97,5% di akhir 2019. Namun sampai kwartal ketiga 2018 rasio elektrifikasi itu telah mencapai 98,05%.
“Tahun 2015 masih 88,3%, tahun 2016 sebanyak 91,2%, tahun 2017 sampai 95,3%. Jadi ini mungkin sampai akhir tahun 98,25% atau 98,3%. Targetnya sampai akhir tahun depan 99,9%,” kata Jonan.
Menteri ESDM mengingatkan, bahwa pemerataan layanan kelistrikan atau yang disebut rasio elektrifikasi ini lebih penting daripada membahas pembangkitnya sudah jadi berapa dan sebagainya. Sebab, kalau pembangkitnya jadi kalau tidak kabelnya kan juga tidak bisa.
“Jadi yang penting itu ada 2, satu kapasitas pembangkit, yang kedua adalah sistem jaringan transmisi dan distribusi,” ujar Jonan.
Mengenai yang 2%, Menteri ESDM Ignasius Jonan mengemukakan, yang belum tercapai itu jumlah jiwa yang dilayani itu 5 juta lebih, atau sama dengan 1 negara Singapura yang belum dilayani listriknya.
“Nah ini yang akan menjadi target mati-matian, insyaallah akhir tahun depan bisa mencapai 99,9%,” terang Jonan.













