EkonomiHeadlineSumsel

Sekolah Disegel, Siswa SMK 1 Jejawi Lompati Pagar Demi Belajar

×

Sekolah Disegel, Siswa SMK 1 Jejawi Lompati Pagar Demi Belajar

Share this article

KORDANEWS – Setelah sempat tak terdengar selama hampir setahun terakhir, sengketa lahan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Jejawi kembali mencuat. Pihak yang mengklaim tanah kembali menyegel pagar sekolah, karena belum ada penyelesaian.

Akibatnya, para siswa yang hendak belajar terpaksa masuk dengan menaiki pagar bagian depan sekolah.

“Tidak banyak, kita hanya minta penyelesaian masalah tanah ini. Ini prosesnya sudah sangat panjang,” kata Yusron, yang mengakui lahan tersebut miliknya.

Menurutnya, berbagai upaya telah dilakukan untuk menyelesaikan masalah ini, akan tetapi hingga kini belum ada titik terang. Bahkan, menurut Yusron, pihaknya telah memberikan sanggahan kepada Bupati OKI, akan tetapi tidak ada tanggapan.

“Waktu itu pernah kita kunci, tapi masih kita toleransi. Sidang terkait lahan ini hingga ke tingkat MA kita menang. Jadi begini siapapun yang terkait, kita proses hukum, tidak perlu keluarga atau apa, yang perlu pembuktian diatas hukum,” tegasnya.

Sementara itu, meskipun sekolah telah disegel, ratusan siswa SMK tersebut masih melaksanakan kegiatan belajar mengajar seperti biasanya.

“Hari ini (anak-anak) tetap sekolah, mereka lewat pagar. Anak-anak bilang pokoknya kami nak belajar. Oke belajar,” kata Kepala SMKN 1 Jejawi, M Arif.

Arif mengakui, bahwa dirinya belum terlalu paham permasalahan terkait lahan sekolah tersebut karena dirinya sendiri belum lama bertugas di sana.

“Tapi tetap akan saya usahakan, dan ini akan segera koordinasi dengan pemerintah setempat dan Dinas Pendidikan Provinsi apalagi sebentar lagi anak-anak mau ujian, termasuk yang kelas XII. Intinya berharap ada pemecahan terbaik dari masalah ini,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan OKI, Masherdata Musa’i menuturkan, meskipun saat ini sekolah setingkat SMA telah tanggungjawab provinsi bukan berarti pihaknya akan lepas tangan.

“Sekolah (SMA) sekarang kewenangan provinsi, termasuk asetnya. Tapi pasca tahu ada penyegelan (lagi) kita langsung berkoordinasi untuk penyelesaian ini,” kata Masherdata.

Dari koordinasi ataupun pertemuan tersebut, menurut Masherdata, dihasilkan beberapa kesimpulan diantaranya menyelamatkan proses pendidikan para siswa. Jika memang tidak bisa dijalin komunikasi atau kesepakatan dengan pemilik lahan, siswa sementara waktu akan sekolah di gedung milik SMAN 1 Jejawi.

“Jadi pindah dulu lokal belajarnya. Tapi sementara kita musyawarah dulu bagaimana jalan keluarnya. Kedua, kita akan koordinasi dengan pihak provinsi bagaimana penyelesaiannya,” jelasnya.

Yang penting, lanjut Masherdata, bagaimana jangan sampai anak-anak (siswa) putus sekolah. “Kalau memang tidak ada jalan keluar, ini (pindah lokasi belajar) segera. Tapi tetap kita harapkan semuanya bisa diselesaikan baik,” pungkasnya. (Kat)

Editor: Janu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *