Sumsel

Menristekdikti Dukung Teknologi Modifikasi Cuaca Diterapkan ke Sektor Pertanian

×

Menristekdikti Dukung Teknologi Modifikasi Cuaca Diterapkan ke Sektor Pertanian

Share this article

Sementara Plh. Kepala BPPT Prof. Winfi Agung Nugroho menjelaskan setiap tahun TMC selalu diupayakan dalam hal mitigasi bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan di wilayah lahan gambut di Indonesia khususnya di Sumatera Selatan.

“TMC telah memberi dampak positif yang dirasakan seperti jarak pandang / visibilty yang baik sehingga kegiatan penerbangan tidak terganggu dan kondisi udara yang sehat karena tidak adanya asap yang dapat mengganggu pernapasan”, ujarnya

Menambahkan Plh. Kepala BPPT Kegiatan TMC di Sumatera Selatan pada tahun 2018 ini telah dilaksanakan sejak 16 Mei 2018 hingga sekarang dan sudah menghasilkan air hujan sekitar 693 juta m3 yang telah memadamkan titik api dan membasahi lahan gambut untuk mencegah timbulnya titik api yang dapat menimbulkan bencana kebakaran hutan dan lahan.

Selain di Sumatera Selatan, BPPT juga sebelumnya membuka Posko yang sama di Pontianak Kalimantan Barat. Kegiatan di Kalimantan Barat berlangsung dari tanggal 19 Agustus – 9 Oktober 2018 dan sudah menghasilkan air hujan sebanyak 472 juta m3. Kegiatan di Kalimantan Barat selanjutnya dihentikan karena kondisi curah hujan yang sudah cukup tinggi di daerah tersebut dan dirasa sudah aman dari gangguan asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

Saat ini, Teknologi Modifikasi Cuaca selain diaplikasikan dan dimanfaatkan untuk mitigasi bencana hidrometeorologi seperti kekeringan, banjir dan bencana kabut asap akibat karhutla, Teknologi Modifikasi Cuaca juga sudah dipercaya dalam pengamanan proyek strategis nasional dan kegiatan penting kenegaraan yang bersifat nasional dan internasional baik untuk mengurangi gangguan kabut asap maupun menjaga agar lokasi kegiatan tidak terkendala oleh cuaca ekstrem seperti (1) Sea Games pada tahun 2011 di Provinsi Sumatera Selatan dalam pengamanan mengurangi curah hujan; (2) Pekan Olahraga Nasional (PON) di Riau pada Tahun 2013 yang terganggu kabut asap maupun curah hujan di areal lapangan olahraga; (3) Islamic Solidarity Games di Sumatera Selatan Tahun 2013; (4) Redistribusi curah hujan di wilayah DKI pada tahun 2013 dan 2014; (5) Pengurangan curah hujan di area proyek Pembangunan Jalan Tol Samarinda-Balikpapan Tahun 2018; (6) Kegiatan Asian Games 2018 di Jakrta dan Palembang; (7) Acara Annual Meeting IMF-World Bank di Bali serta kegiatan kenegaraan lainnya seperti peringatan HUT Kemerdekaan RI di Istana Negara, terang Prof. Winfi Agung Nugroho.

Editor : awan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *