“Kemenhub sumbangkan 15 bus untuk feeder untuk memperkuat LRT. Gunakan feeder yang pendek, yang kepadatannya tinggi sehingga headway relatif pendek dan penumpangnya banyak,” kata Budi Karya.
Lebih jauh diungkapkan, pihaknya juga berencana menambah jam operasional LRT agar lebih panjang dari sebelumnya. Jika sebelumnya LRT mulai beroperasi jam enam pagi hingga jam enam sore maka ke depannya akan beroperasi sejak jam lima pagi hingga sembilan malam.
Tiga hal tersebut diharapkan Budi Karya membuat penggunaan LRT sebagai angkutan massal dapat semakin efektif dan menjadi gaya hidup masyarakat khususnya di Palembang.
“Kita ingin fungsi dari LRT memang bermanfaat untuk masyarakat. Pemerintah sudah menginvestasi lebih dari Rp 10 triliun untuk (LRT) Palembang atau sekitar 20 persen dari anggaran Kemenhub. LRT Palembang menjadi yang pertama kali beroperasi di Indonesia dan saya berharap LRT bisa menjadi suatu contoh lifestyle angkutan massal,” pungkasnya. (Ab)
Editor : awan













