KORDANEWS – Niat untuk menghabisi adik ipar dan ibunya sendiri, Poniman (31) justru tewas oleh naeh senjata tajam miliknya sendiri di Jalan Maskerebet Kecamatan Sukarame.
Ibu korban Lili (51) sebelum kejadian, sekitar pukul 13.00 Wib pelaku datang ke rumah, dalam keadaan mabuk sambil menawarkan kepada ibunya untuk membeli ayamnya dengan harga Rp 400ribu. Namun, ibunya menolak lantaran tidak ada uang.
“Aku katek duet, tapi dari pado Dio ribut aku kasih be Rp 200ribu, ternyato Dio marah dak terimo dikasih duet segitu,” ujar Lili saat ditemui di Polsek Sukarami, Minggu (4/11/18).
Kemudian, lanjut Lili pelaku pulang ke rumahnya sambil marah-marah dan membakar kursi serta lemari plastik. Usai marah – marah di rumahnya. Pelaku pun kembali ke rumah ibunya sambil mengajar ibunya untuk meminta uang Rp 400ribu lagi.
“Aku ngomong katek, duet untuk adeknyo sekolah besok, tapi Dio dak percayo sambil bawa pedang Dio ngejer aku dan adeknyo, kami sempet dorong-dorongan pintu dapur kareno Dio nak masuk,”ungkapnya.
Setelah berhasil mengunci pintu , ternyata pelaku masih saja mengejar ibunya melewati pintu lain dan bertemu adiknya yakni Helen yang saat itu sedang mencuci piring. Helen sempat kaget karena pelaku sudah berada di belakang Helen sambil membawa pedang. Helen pun berteriak, datanglah suaminya Helen yakni Pipin.
“Maksud Pipin nak nenangke Dio, tapi Dio malah ngejer Pipin,” katanya.
Ketika Poniman mengejar Pipin dengan pedang, ternyata pelaku terjatuh diatas sumur yang ditutupi kayu, saat terjatuh itulah pedang yang ia bawa langsung menancap ke perut pelaku hingga pelaku tewas di tempat.













