KORDANEWS- Seperti di kota-kota metropolis lainnya, di Palembang juga memiliki cerita tentang pekerja seks komersial (PSK) jalanan. Praktik prostitusi ini bukan rahasia lagi, bahkan warga Palembang sudah memakluminya.
Begitu malam tiba, belasan PSK mulai bermunculan di Jalan Diponegoro, kawasan Kambang Iwak yang tak jauh dari rumah dinas wali kota Palembang. Jalan itu remang-remang dan dipenuhi pohon peneduh jalan, sehingga sangat cocok bagi mereka untuk mencari mangsa.
Memang jika diperhatikan, penampilan mereka bisa dikatakan tidak terlalu cantik. Usianya pun terbilang sudah tua, di atas 30-an. Namun, mereka sepertinya memiliki daya pikat tersendiri. Apalagi mata mereka pun kadang menggoda siapa saja yang melintas di jalan itu.
Begitu ditegur, mereka langsung membalas dan bersikap agresif. Tarif para PSK jalanan ini berkisar Rp 100 hingga Rp 150 ribu untuk short time. Tarif itu sudah termasuk ongkos kamar. Sedangkan untuk tarif menginap, tentu sesuai kesepakatan dengan pelanggan.
“Kita ini kan beda dengan PSK tempat lain, tapi kami aman kok,” kata yuli (32), salah satu PSK jalanan.
Untuk melangsungkan hajat, mereka punya tempat tersendiri. Yakni di kawasan rumah susun, Kelurahan 24 Ilir Palembang. Lokasinya lima menit dari lokasi mangkal jika menggunakan sepeda motor.
Begitu ada kata sepakat antara PSK dan pelanggan, tukang ojek yang menunggu di sekitar mereka mangkal siap mengantar ke tempat eksekusi. Tukang ojek ini sudah dikontrak dan satu tukang ojek mengantar satu PSK.
“Kami tidak mau diantar pelanggan, karena takut dibawa ke tempat lain. Atau malah polisi yang nyamar,” kata dia.













