“Menurutku hal itu terjadi karena penis menekan bagian belakang tenggorokan dan mendorong tuba Eustachian (saluran yang menghubungkan nasofaring dengan telinga bagian tengah -red) dan menutupnya,” jelas Dr Karl.
Akibatnya, udara di bagian tengah gendang telinga langsung menjadi lebih kaku dan terperangkap di dalamnya. Penulis ilmiah dan penyiar radio ini kembali menjelaskan, “Udara jadi tidak bisa bergerak dengan bebas jadi ketika gelombang udara mendorongnya kamu akan jadi tuli sementara.”
Editor : red













