1. Kurang pemanasan
Foreplay yang tepat sangat berpengaruh terhadap lubrikasi atau pelumasan Ms V. Dianjurkan untuk tidak tergesa-gesa melakukan penetrasi, pastikan organ vital benar-benar siap. Lubrikasi alami tentu lebih dianjurkan meski dalam kondisi tertentu berbagai produk pelumas juga bisa digunakan.
2. Posisi yang salah
Ada berbagai variasi posisi bercinta yang bisa dipilih untuk mengatasi kebosanan. Namun tidak semua orang cocok dengan posisi tertentu. Ukuran Mr P dan Mr V, berat badan masing-masing dan proporsi tinggi badan, turut berpengaruh pada posisi paling ideal untuk bercinta. Diskusikan bersama agar bisa sama-sama menikmati.
3. Masalah hormon
Berbagai tindakan medis seperti histerektomi (pengangkatan rahim) bisa memicu perubahan komposisi hormonal dalam tubuh. Demikian juga obat-obatan tertentu bisa mengurangi kadar hormon esterogen. Padahal hormon ini dibutuhkan untuk membuat kondisi Ms V ideal untuk berhubungan intim dengan pelumasan yang baik.
4. Gejala penyakit serius
Nyeri saat berhubungan seks juga bisa disebabkan oleh gejala penyakit tertentu. Infeksi saluran kemih, kista indung telur dan bahkan gejala kanker, juga bisa ditandai dengan nyeri saat berhubungan seks. Walau tidak selalu disebabkan oleh berbagai penyakit tersebut, ada baiknya tidak meremehkan keluhan-keluhan tidak wajar saat bercinta. Segera temui dokter untuk periksa.
Editor : Chandra Baturajo.











