“Saya membawa 1.000 siswa transportasi yang berada di Makassar agar mereka tahu bahwa bertugas sebagai elemen transportasi bukan pekerjaan yg ringan dan bertanggung jawab atas nyawa banyak orang. Kami berpesan kepada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) untuk menanamkan rasa tanggung jawab, daya juang profesi di semua lini transportasi. Ini upaya kami untuk secara konsisten mengutamakan safety,” pungkas Menhub Budi.
Menhub mengatakan, Adikarya Dirgantara Pralabda merupakan suatu penghargaan tertinggi kepada insan perhubungan udara yang dianggap telah berjasa dan sebagai apresiasi terhadap sikap daya juang kepahlawanan. Setiap kegiatan dirgantara, menurut Menhub, penuh dengan tanggung jawab dan harus diisi dengan pemikiran konsep hidup dan bekerja dengan sepenuh hati agar itu bisa dicapai.
Pada kesempatan ini, Menhub Budi juga menandatangani prasasti dalam rangka penamaan gedung auditorium (mini theatre) di Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan Makassar dengan nama Almarhum. Ini merupakan bentuk penghargaan dari BPSDM terhadap jasa Anthonius Agung Gunawan.
Sebagai informasi, Anthonius Gunawan Agung meninggal dunia pada tanggal 29 September 2018 saat bertugas sebagai Air Traffic Controller di Bandara Mutiara Al-Sis Jufrie karena menyelamatkan diri lompat dari menara tower setelah selesai melayani lepas landas pesawat Batik Air ID 6231 dengan sempurna.
Editor : awan













