EntertainmentHealth

Kurangi Stres Dengan Olahraga Ekstrim

×

Kurangi Stres Dengan Olahraga Ekstrim

Share this article

KORDANEWS – Kerja tak pernah habis, tekanan kerja bertubi-tubi, serta jenuh dari rutinitas pekerjaan sering kali menjadi pemicu stres di tempat kerja. Masalah keluarga yang sering kali terbawa dalam pekerjaan juga dapat menambah sederet daftar penyebab stres.

Stres bisa membuat jadwal tidur menjadi kacau, seperti esok hari menjadi lesu dan tercipta lingkaran hitam pada mata. Seperti dikutip Shape, asisten dosen psikologi California University Matthew Zawadski mengemukakan, stres menyebabkan detak jantung menjadi lebih tinggi, tekanan darah dan kadar hormon juga ikut meningkat. Jadi, masuk akal bahwa stres jangka panjang atau kronis tidak baik bagi kondisi kesehatan.

Bahkan, pakar kesehatan menyebut, stres berlebihan adalah silent killer yang bisa menyebabkan kematian lebih dini, baik itu karena penyakit atau bunuh diri. Hobi merupakan salah satu cara untuk mengelola stress. Sebuah riset yang dipublikasikan dalam Annals of Behavioral Medicine meneliti 100 orang dewasa dengan kegiatan sehari-hari yang mereka lakukan.

Para peserta menggunakan monitor jantung dan menyelesaikan survei secara berkala untuk melaporkan bagaimana kegiatan dan perasaan mereka. Hasilnya, dalam tiga hari periset menemukan bahwa 34% orang yang melakukan kegiatan yang disukai, tidak merasa stres.

Bukan hanya merasa bahagia, detak jantung mereka juga menjadi lebih stabil dan mereka merasa lebih tenang selama berjam-jam. Dari penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa hobi adalah kegiatan yang bisa menenangkan perasaan seseorang. Sedangkan ketika dilanda stres, banyak orang beralasan tidak punya waktu atau tenaga untuk melakukan hobinya. Padahal, orang yang sedang stres membutuhkan lebih banyak waktu untuk hobinya daripada orang biasa.

Sementara berdasarkan hasil riset University of Maryland Endocrinology Health Guide menyatakan, berolahraga ekstrem dapat mengurangi stres. Hal bisa terjadi lantaran saat melakukan aktivitas tersebut, rangsangan terhadap kelenjar adrenal melepaskan sejumlah hormon, termasuk adrenalin.

Dampaknya denyut dan kekuatan kontraksi jantung meningkat, aliran darah ke otot dan otak juga semakin cepat, otot jadi rileks dan membantu konversi glikogen menjadi glukosa di hati. Mendapatkan sensasi seperti itu, pelaku olahraga ekstrem pun menjadi lebih bersemangat dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Alhasil stres juga hilang.

Masih dari riset yang sama dikatakan dorongan adrenalin tersebut bagi penyuka olahraga ekstrem, menghasilakan perasaan memabukkan yang tidak didapat pada aktivitas lainnya. Hal tersebut juga dibenarkan oleh Psikolog Uniersitas Bina Nusantara Nanang Suprayogi. Nanang mengatakan aktivitas tersebut merupakan bagian dari release opention atau melepaskan ketegangan.

“Namun setiap individu memiliki preverensi yang berbeda-beda, misalnya ada yang butuh ketenangan atau keheningan, ada juga yang melampiaskan melalui hobi musik, hingga olahraga paling ekstrim,” kata Nanang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *