EntertainmentHealth

Kurangi Stres Dengan Olahraga Ekstrim

×

Kurangi Stres Dengan Olahraga Ekstrim

Share this article

Melalui oahraga ekstrem, menurutnya individu meretensi ketegangan dengan tenaga yang kuat dengan fasilitas.Sehingga, energi tersaurkan namun tidak merusak. Menurutnya, selagi masih terkontrol, melakukan olahraga ekstrem tetap masih dianjurkan. “Karena itu berisiko tinggi kadang memunculkan cidera sampai dengan kematian, keamanan tetap menjadi yang utama,” tambahnya.

Sebenarnya, lanjutnya, tidak harus dengan olahraga misalnya dengen berteriak-teriak juga termasuk teknik untuk meregangkan ketegangan pada individu.

Menurut dokter spesialis saraf Yuda Turana, melihat teori yang dicetuskan oleh Edmund Jacobson, yakni teknik Progresive Muscle Relaxation menyatakan bahwa tubuh manusia akan mencapai tahap rileks yang maksimal setelah mengalami ketegangan yang tinggi.

Sehingga, tak mengherankan apabila seseorang rela membayar mahal untuk melakukan aktivitas ekstrim, misalnya seperti olahraga bungee jumping.

“Kita mengalami ketegangan yang luar biasa itu memang ada fasenya, sehingga orang bisa menikmati ketika menonton film horor, sampai yang paling ekstrem seperti bungee jumping,” katanya.

Dia mengatakan jika pertanyaanya apakah olahraga ekstrem dapat mengurangi stress memang dibenarkan, namun apakah bisa mengganggu kesehatan tentu harus menjadi perhatian lebih. Karena, lanjutnya, ada satu titik dapat mengganggu jantung.Jadi, sebelum melakukan harus diyakini tidak ada penyakit yang menyertainya.

“ Misalnya melakukan arung jeram orang bersenang-sennag, tapi ketika ada gangguan irama jantung, atau jantung tidak stabil karena usia tua ya tidak dianjurkan karena akan menimbulkan komplikasi,” jelasnya.

Editor : Chandra Baturajo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *