KORDANEWS, Ketika ditanya soal hobi, setiap orang pasti punya pendapatnya masing-masing. Mulai dari mendengarkan musik, memasak, olahraga, dan sebagainya. Kalau pertanyaan ini ditujukan untuk para pria, kebanyakan dari mereka atau bahkan Anda sendiri mungkin akan menjawab main game.
Ya, main game memang dianggap sebagai salah satu cara mengusir stres dan kebosanan. Entah itu di komputer, di HP, atau game online yang sedang tren saat ini. Hati-hati apabila sudah telanjur kecanduan main game, bisa-bisa gairah seks Anda padam hingga mengganggu keintiman di ranjang, lho.
Apa hubungan kecanduan main game dan gairah seks pria?
Anda mungkin bingung dan menebak-nebak, sebetulnya apa hubungan main game dengan kehidupan seks Anda. Anda pun berpikiran bahwa main game hanya melibatkan koordinasi antara mata, tangan, dan otak, sehingga tidak ada hubungannya secara langsung dengan keharmonisan rumah tangga.
Eits, tunggu dulu. Nyatanya para ahli tidak main-main saat mengungkapkan efek kecanduan main game terhadap penurunan gairah seks pada pria. Hal ini dibuktikan oleh sebuah studi yang melibatkan 396 pria usia 18-50 tahun pada tahun 2017 silam, seperti dilansir dari Medical Daily.
Sebanyak 287 pria mengaku suka bermain video game, sementara 109 lainnya tidak. Setelah diteliti pada dua kelompok tersebut, para ahli menemukan bahwa pria yang kecanduan main game cenderung mengalami penurunan gairah seks dibandingkan pria yang tidak bermain game. Bahkan, mereka mengaku tidak puas saat berhubungan intim dengan pasangannya.
Kenapa bisa begitu?
Main game sebetulnya bisa jadi momen yang menyenangkan bagi sebagian orang karena memicu produksi hormon dopamin alias hormon kebahagiaan. Semakin Anda merasa bahagia, maka Anda tentu jadi ingin terus-terusan main game supaya produksi hormon dopamin jadi makin banyak dan membuat Anda lebih bahagia lagi.
Meski sekilas tampak menguntungkan, hal ini justru berimbas pada ketidakseimbangan hormon dalam tubuh. Ketika hormon tubuh jadi tak seimbang, reseptor libido alias gairah seks pada pria ikut terkena imbasnya. Para ahli menduga bahwa hal inilah yang menyebabkan pria jadi kehilangan minat untuk berhubungan seksual dengan pasangannya.













