Sementara Fraksi Gerindra menuturkan, Misi yang disampaikan oleh Gubernur pada Pengantar Nota Keuangan APBD Provinsi Sumatera Selatarn Tahun Anggaran 2019 terutama misi ke-3 yaitu: Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bebas korupsi, kolusi dan nepotisme dengan mengedepankan fleksibilitas dan akuntabilitas yang didukung aparatur pemerintahan yang jujur, berintegritas, profesional dan responsif, adalah faktor pendukung utama dalam untuk, dan menjadi energi baru untuk lebih menggenjot kegiatan pembangunan dan lebih peka dalam menghadapi kondisi sosial dan ekonomi di Provinsi Sumsel.
“Pada Pengantar Nota Keuangan tersebut, Fraksi Gerindra mengapresiasi keseriusan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang tengah melakukan transformasi ekonomi nasional dengan orientasi yang berbasis pada pertumbuhan ekonomi yang kuat, inklusif, berkualitas dan berkelanjutan, yang mengedepankan pengelolaan APBD yang lebih efisien, efektif, transparan dan akuntabel,” tuturnya.
“Hal ini dapat dilakukan dengan cara meningkatkan kualitas dan produktivitas belanja yang harus berkualitas, efektif dan efisien, serta tidak membolehkan kebocoran anggaran. Tentu adalah yang positif untuk kita saling mawas diri dan menjaga integritas dan profesionalitas sebagai pelayan masyarakat,” tambahnya.
editor : red













