Selain itu, tambahnya, guna mempermudah angkutan pelajar, pemerintah akan mencari solusi bagi para pelajar. Miris rasanya melihat anak-anak (pelajar-red) masih ada yang naik di kap mobil, itu kan berbahaya.
“Dengan adanya jemputan, siswa yang juga belum memiliki SIM alangkah baiknya memanfaatkan adanya jemputan atau bus sekolah. Hal ini juga efektif untuk mengurangi tingkat lakalantas dan kesemrawutan di jalan,” terangnya.
Terkait Kartu Indonesia Sehat (KIS), tambahnya, itu merupakan program nasional, dan masalah itu akan dikoordinasikan dengan provinsi bahkan pusat.
“Penguatan anggaran harus mencukupi, sehingga proses seperti ini tidak langsung berjalan. Kami mengharapkan perlunya kesabaran dari masyarakat, 100 hari kami akan menuntaskan janji kami, sehingga pasca 100 hari sudah bisa berjalan dan dinikmati masyarakat Lahat,” terangnya.
Sementara itu, Bupati Lahat terpilih Cik Ujang menyinggung adanya spanduk liar (tanpa nama -red) yang isinya soal program visi misi Cahaya di beberapa titik di Kota Lahat. Dirinya selaku Bupati Lahat terpilih mengakui berterimakasih telah diingatkan, namun dirinya meminta agar spanduk seperti itu memiliki nama sponsornya.
“Saya berterimakasih adanya spanduk tersebut, artinya partisipasi
masyarakat untuk mengingatkan kami. Namun demikian perlu kiranya agar spanduk semacam itu dapat dipertanggung jawabkan dan jangan dimaksudkan untuk memprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya. (mil)
Editor: Janu













