Sumsel

Tak Hanya jadi Tempat Wisata, Kampung Hias Juga Jadi Tempat Penelitian

×

Tak Hanya jadi Tempat Wisata, Kampung Hias Juga Jadi Tempat Penelitian

Share this article

“2-3 bulan sudah bisa di sortir untuk dijual. Kalau ikan kolam (gurame,patin,nila) lama bisa sampai 9 bulan baru dipanen. Ikan hias beda, dia banyak dicari. Jadi tidak perlu takut kalau sudah waktunya panen,” ujarnya.

Lokasi budidaya yang memamfaatkan wilayah rawa-rawa tersebut saat ini dianggap masih memiliki kendala. Salah satu kendalanya yakni, sistem pasang surut air.

“Kalau kami kendala di sini air, karena budidayanya di rawa-rawa jadi tergantung pasang surut air. Ketika air surut maka masalahnya pasti air akan keruh, berkarat dan bau. Kendala ini sang at berpengaruh ke ikan, karena ikan akan stres,” jelasnya.

Dari kampung hias ini, masyarakat Kota Palembang semakin mengenal tempat budidaya kampung ikan hias. Sebelumnya, pemerintah Kota Palembang meresmikan kampung Ikan Hias tersebut untuk mengundang pelancong baik lokal ataupun mancanegara. (Ab)

editor : awan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *