Selain melakukan pemasaran secara digital, penerapan digitalisasi juga sudah dilakukan secara internal untuk memonitor proses sales dan marketing baik dalam lini penjualan, produksi, distribusi, keuangan dan Human Resources seperti penerapan sistem dan aplikasi SAP, I-Serve, POWER (Pertamina Owner & Mechanic Reward), MFORCE, dan MySFA yang dapat digunakan oleh manajemen dan juga seluruh sales force PT Pertamina Lubricants dipenjuru negeri.
Arie Anggoro melanjutkan,”Transformasi digital juga dimulai dari dalam perusahaan kami. Penerapan berbagai sistem mempermudah kami untuk menjalankan dan me-monitoring proses bisnis secara lebih cepat dan akurat”.
Untuk membangun nama merek di kancah dunia, PT Pertamina Lubricants juga sudah mulai menekankan strategi pemasaran via digital melalui website dan sosial media sebagai tools untuk meningkatkan brand awareness kepada masyarakat dunia. Perusahaan bekerjasama dengan distributor atau partner setempat untuk menggunakan sosial media yang dikemas dan dikelola secara lokal sebagai medium dua arah antara perusahaan dan konsumen di negeri yang dituju. Selain itu, perusahaan juga gencar melakukan aktivasi overseas lainnya seperti outlet branding, exhibition, sales meeting dan in-house training.
Editor : awan













