“Tetap ada, tapi menurun. Yang dirawat juga ada, tapi kebanyakan yang dirawat ini saat dianalisa bukan langsung dari tempat tinggalnya tapi bawaan dari tempat lain, sudah bepergian ke mana seperti itu pulangnya kena. Jadi kebanyakan yang seperti itu,” jelasnya. Namun, ia tidak menyebutkan angka penurunan dan penderita yang masih atau sedang dirawat.
Untuk masyarakat yang terkena penyakit ini, lanjutnya, sudah diambil tindakan seperti dilakukan perawatan, dilakukan PE hingga dilakukan kunjungan langsung ke rumah warga untuk melihat. Selain tindakan terhadap warga yang sudah terjangkit DBD, pencegahan juga terus dilakukan. Seperti dengan melakukan fogging, serta pemberian bubuk Abate.
“Alat fogging ini memang tidak disediakan di setiap Puskesmas, tapi alat dan petugas sudah kita siapkan juga ada masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, kami mengimbau agar masyarakat tetap menjaga perilaku hidup sehat seperti membasmi jentik nyamuk,” ujar Nya. (Berkat)
Editor : Chandra Baturajo.













