Hasil studi berfokus pada perhatian, memori, kelancaran bahasa, dan kemampuan visuospatial. Termasuk pula tes kelancaran verbal, yang mengharuskan para lansia menyebutkan nama-nama hewan sebanyak mungkin selama 60 detik. Mereka juga diharuskan untuk mengatakan sebanyak mungkin kata-kata yang dimulai dengan huruf F, yang mencerminkan kemampuan kognitif.
Pada akhirnya penelitian mengungkap, lansia yang melakukan aktivitas seksual tiap minggu mendapatkan skor paling tinggi, dengan tes kelancaran verbal juga paling kuat. Kemudian, penelitian tidak cukup sampai di situ saja, karena sebelum ini pada 2016 pernah pula dilakukan penelitian sejenis, yang menemukan orang tua yang aktif secara seksual mendapatkan skor lebih tinggi pada tes kognitif dibandingkan yang sudah enggan atau tidak aktif secara seksual.
“Orang-orang tidak suka berpikir, orang yang lebih tua juga berhubungan seks, maka kita perlu menantang konsepsi ini pada tingkat masyarakat, dan melihat apa dampak dari aktivitas seksual pada mereka yang berusia 50 tahun ke atas, di luar efek yang diketahui pada kesehatan seksual dan kesejahteraan umum,” ucap peneliti utama Dr Hayley Wright dari Pusat Penelitian Psikologi, Perlikau, dan Prestasi Universitas Conventry.
Editor : Chandra Baturajo.











