Meskipun begitu, hal ini menjadi perhatian khusus Pemerintah Republik Indonesia. Bahkan, Presiden memerintahkan beberapa intansi yang dikoordinasikan oleh Menko Kemaritiman untuk penanganan sampah laut.
“Sampah laut kan itu asalnya 80 persen dari darat,” terangnya.
Artinya, penanganan sampah ini harus dilakukan dari hulu ke hilir. Seperti dari rumah tangga, industri dan lain sebagainya.
Apalagi, saat ini produksi sampah plastik sebanyak 8,9 juta ton. Tentunya hal itu akan menjadi pekerjaan besar. Meskipun begitu, pemerintah sudah merencanakan beberapa langkah baik regulasi hingga terapannya.
“Kami harap 26 kota ditahun 2025 sampah ini bisa ditangani,” tutupnya. (Ab)
Editor : awan













