KORDANEWS – Puluhan peserta peneliti dan akademisi di bidang pariwisata yang mengikuti konferensi One Road One Tourism (OBOROT) 2018, diajak untuk city tour dengan mendatangi tempat wisata yang ada di Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), Sabtu (24/11).
Peserta yang berasal dari 11 negara luar, mulai dari Cina, Hong Kong, Malaysia, Thailand, Filipina, Myanmar, Uzbekistan, Korea Selatan, Inggris dan Arab Saudi mengunjungi beberapa tempat wisata diantaranya, Pulau Kemaro dan Kampung Al Munawar.
Selain itu peserta juga mengikuti Cultural heritage dengan mendatangi Benteng Kuto Besak dan Al Quran Raksasa serta ke beberapa tempat untuk berwisata kuliner di Palembang.
Menurut Direktur Politeknik Pariwisata Dr. Zulkifli Harahap, M.M.Par, bahwa tujuan mengajak para peserta tersebut ketempat wisata yang ada di Kota Pempek, tentunya untuk mengenalkan destinasi wisata Sumsel khsususnya Palembang.
Apalagi, sambungnya saat ini pemerintah melalui Kementerian Pariwisata ingin membuka pintu wisata Indonesia di 10 wilayah. “Jadi tidak hanya Bali saja yang jadi tujuan wisatawan mancanegara. Tapi juga daerah lainnya. Termasuk Palembang, Sumsel, “ujarnya.
Untuk itu, dengan adanya konferensi OBOROT dan mengajak para peserta peneliti dan akademisi di bidang pariwisata ketempat destinasi wisata untuk dapat lebih mengenal Palembang.
“Tadi kita ajak para peserta wisata kuliner dengan mencoba makan khas Palembang seperti tekwan, model, pindang ikan, Burgo. Selain itu kita juga memperkenalkan tarian-tarian khas budaya kita, “ungkapnya.
Dengan usaha yang dilakukan pihaknya, untuk memperkenalkan destinasi wisata yang ada, diharapkannya dapat berlanjut hingga Palembang dapat dikenal wisatawan mancanegara sebagai kota yang harus dikunjungi jika ke Indonesia.
“Makanya kegiatan ini betul-betul kita fokus dalam pengenalan Sumsel. Nantinya
pada saatnya nanti kunjungan mancanegara bisa masuk ke pintu Sumsel khsususnya Palembang. Minimal kita mencoba dan berusaha,”harapannya.
Selain itu, dari hasil yang diteliti para peserta ,baik itu mengenai kultur, produk, SDM, pemasaran dan investasi untuk kepariwisataan di Palembang dapat diambil oleh Pemerintah sebagai pemangku kebijakan. Sehingga Pariwisata yang ada di Sumsel dapat di terarah dengan jelas.













