Menurut Budi, ada 6 parameter yang menjadi Pekerjaan rumah (PR) untuk menaikan okupansi LRT yakni headway, kecepatan, jarak tempuh, titik berhenti, feeder, dan kompetisi dengan angkutan lain.
Jika waktu tempuh cepat, jam operasional lebih lama, waktu tunggu cepat maka akan meningkatkan minat masyarakat menggunakan LRT apalagi tarif sudah diturunkan,” jelasnya.
Untuk itu Budi meminta kepada pihak-pihak terkait untuk segera menyelesaikan PR terkait operasional LRT ini.
“Saya minta pihak Pemerintah daerah, Dishub, Waskita, KAI, INKA dan pihak-pihak terkait lainnya untuk segera menyelesaikan PR ini. Tanggal 26 November satu trainset lagi akan datang artinya ada 8 trainset, 7 beroperasi dan 1 di depo. Kita harapkan operasional LRT bisa lebih maksimal, “tandasnya. (Ab)
editor : awan













