PolitikSumsel

Survey Elektabilitas Hanya 37 Persen, Jokowi Semangati Timses

×

Survey Elektabilitas Hanya 37 Persen, Jokowi Semangati Timses

Share this article

Bukan hanya Indonesia, negara tetangga seperti Malaysia pun saat ini juga lemas dan lesu, karena masalah sawit dan karet yang harga jualnya ikut turun.

“Kelapa sawit di Indonesia ini seluas 14 juta hektar yang kita miliki. Produksinya sekitar 42 juta ton. Ini besar sekali. Berapa kontainer yang bisa mengangkutnya, bisa lebih dari 1 juta kontainer. Kita sekarang temui kendala di Uni Eropa, India dan kita dikenai pajak lebih tinggi,” jelas Jokowi.

Untuk meningkatkan harga jual karet, Jokowi sudah bertemu dengan Perdana
Menteri China untuk tambahan ekspor CPO dan karet. Dia berusaha untuk menambah 500 ribu ton, namun itu juga tidak menggoncang harga karet dan sawit. Hal itu karena memang produksi keduanya di Indonesia sangat melimpah.

“Problem seperti ini yang harus dijelaskan. Sekarang kita punya jalan
keluar untuk petani karet dengan Kementerian PU PR akan membeli 5.000 ton
karet dari rakyat untuk pembuatan jalan. Harga belinya Rp7.500 sampai 8.000 per kilogram. Sementara harga pasaran sekitar Rp4.000-5.000 per kilogram,”
jelasnya.

Dia mengimbau agar Kementerian PU PR membeli karet dari petani secara
langsung atau melalui koperasi agar harga yang ditawarkan benar-benar
dirasakan petani.

“Kita juga sedang merancang agar diberikan peremajaan untuk kebun kelapa
sawit milik petani. Bayangkan saja 42 juta ton CPO sawit kita diproduksi selama ini. Penjelasan seperti ini yang harus diberikan kepada masyarakat,”
terangnya.

Tidak hanya itu, melalui pencapaian program dari masa kepemimpinan Jokowi
selama empat tahun pun diyakini akan mampu menambah jumlah suara di Sumatera Selatan. Apalagi program-program pemerintahan Jokowi cukup berfokus pada rakyat.

Seperti adanya Kartu Indonesia Sehat yang sudah dibagikan sekitar 92 juta,
Kartu Indonesia Pintar 19 juta, lalu pembagian sertifikat gratis di tahun
2017 sebanyak 5 juta, dan tahun ini sebanyak 7 juta. (Ab)

Editor : Chandra Baturajo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *