KORDANEWS — Presiden Joko Widodo sudah menginstruksikan Menteri PU untuk membeli getah karet langsung dari petani di Sumsel. Harga beli karet yang ditawarkan Jokowi berkisar Rp7.500-8000 per kilogram.
Hal tersebun sejalan dengan visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel, Herman Deru – Mawardi Yahya, untuk meningkatkan nilai jual karet di tingkat petani.
Menurut Presiden Republik Indonesia Joko Widodo saat ini di Provinsi Sumsel ada problem besar yang harus diselesaikan bersama-sama yakni terkait dengan harga karet dan harga sawit.
Sama halnya dengan kelapa sawit, karet juga merupakan komoditas international atau komoditas global yang tidak bisa dipengaruhi dengan kebijakan-kebijakan Pemerintah. Namun demikian dia sudah menyiapkan formula khusus untul membantu petani karet.
“Beberapa bulan yang lalu saya perintahkan Menteri PU Republik Indonesia Pak basuki. Sebentar lagi yang di Sumsel ini kita akan beli langsung dari petani, dari koperasi beli getah karetnya langsung dibeli oleh Kementerian PU harganya Rp7500- Rp8000, sebentar lagi sudah dimulai,” tuturnya, disampaikannya saat acara Silaturahmi Presiden RI dengan perangkat desa dan Kader pembangunan desa Provinsi Sumsel, di Palembang Sport and Convention Center (PSCC) Minggu (25/11) siang.
Diakui Jokowi tidak mudah menyelesaikan hal seperti ini, karena menyangkut produksi yang sangat besar. Akan tetapi pemerintah sudah berusaha amat sangat menyelesaikan persoalan ini.
Demikian halnya mengenai urusan minyak kelapa sawit atau Crude Palm Oil ( CPO) diakui Jokowi bukanlah urusan mudah. Terlebih sudah empat tahun ini Pemerintah mengurus minyak sawit yang dicegat di Eropa, hal demikian berkaitan dengan bisnis maupun penjualan yang ada di Eropa.
“Mereka di sana juga jualan minyak bunga matahari, kita jualan minyak kelapa sawit, sehingga masuk kesana dihambat-hambat. Saya sudah kirim tim berapa kali agar sawit kita diterima disana sebanyak-banyaknya,” ungkapnya
“Awal tahun yang lalu saya juga ketemu Perdana Menteri Tiongkok, Saya minta Tiongkok beli lebih banyak dari sekarang, Saya minta tambahan agar produksi ini bisa diserap sehingga harganya naik. Ada tambahan 500.000 ton. Tapi ternyata juga belum mempengaruhi harga pasar secara baik,” tuturnya
Diuraikannya secara rinci, kebun kelapa sawit diseluruh Indonesia ini sudah berada posisi yang sangat besar, bahkan nomor satu di dunia. Luasannya mencapai sekitar 13 juta hektar kelapa sawit baik itu yang ada di Provinsi Sumatera, Kalimantan, Jawa Maupun di Papua. Sedangkan untuk produksinya setiap tahun sebanyak 42 juta ton.













