EkonomiHeadline

Menteri PU Diinstruksikan Beli Getah Karet

×

Menteri PU Diinstruksikan Beli Getah Karet

Share this article

“42 juta ton itu kalau dinaikan truk, sekitar 10 juta truk mengangkutnya, jumlah ini sangat besar. Kita (Republik Indonesia) saat ini bersaing dengan Malaysia dan Thailand tapi kita tetap yang terbesar, oleh sebab itu mengendalikan ini tidak mudah. Ini perdagangan international atau perdagangan global. Tidak bisa kita mempengaruhi mereka, tidak semudah itu,” terangnya

Suami dari Iriana Joko Widodo ini juga mengatakan, sudah sejak tiga bulan Pemerintah telah memperintahkan untuk memakai solar yang dicampur minyak sawit sebesar 20% atau Biodiesel (Solar B20).

“Ini nanti kalau berhasil mungkin bisa menaikan harga kelapa sawit, kita impor untuk diproduksi menjadi B20. Kalau ini berhasil akan kelihatan, tapi ini butuh waktu kurang lebih satu tahun dari tiga bulan yang lalu. Menunggu B20 berhasil, kalau berhasil harga nya akan otomatis naik karena disedot oleh permintaan dalam negeri,” katanya

Sementara itu terkait dengan dana desa, Jokowi menuturkan, apa yang oleh Pemerintah inginkan dari pemberian dana desa di seluruh tanah air adalah ingin dana desa harus tepat sasaran.

“Tembakannya harus tepat jangan sampai meleset. Apa yang kita bangun di desa infrastruktur berupa jalan, saluran irigasi, jembatan, embung untuk pengairan. Tapi mulai kesana harus mulai kita geser mulai dengan pemberdayaan ekonomi, inovasi-inovasi desa,” katanya

“Coba kita lihat kenapa pembangunan dimulai dari desa. Pertama karena saya orang desa, yang kedua anggaran yang telah dikucurkan di seluruh tanah air, diseluruh Indonesia tahun 2015 Rp20, 7 Triliun, 2016 Rp47 triliun, 2017 Rp60 triliun, 2018 Rp 60 triliun, tahun depan Rp73 triliun .
Jadi sampai tahun ini sudah Rp187 triliun kita gelontorkan sekitar 74.000 desa yang ada diseluruh tanah air ini,” pungkasnya

Sementara Gubernur Sumsel Herman Deru dalam kata sambutannya melaporkan, dana desa yang dikucurkan di Provinsi Sumsel mulai dari tahun 2015 sebesar Rp775.043.818.000 kemudian tahun 2016 sebanyak Rp1. 780.769.519.000. Selanjutnya tahun 2017 sebesar Rp. 2. 267.261.445.000, tahun 2018 sebesar Rp. 2.314.121.041.000 dan di tahun 2019 sebesar Rp2.683.946.345.000. Jumlah total selama dari tahun 2015 hingga 2018 sebesar Rp. 9.821.142.168.000.

“Pemanfaatan dana desa di Provinsi Sumsel dari tahun 2015- 2018 dibagi menjadi dua bidang yakni bidang ekonomi masyarakat dan bidang peningkatan kualitaa hidup masyarakat desa,” tambahnya. (Ab)

editor : awan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *