Dengan kesempatan tersebut, kata dia, Kamis (8/11) sekitar pukul 10.00 WIB SR menjemput korban dirumah mertuanya di Desa Sukarami yang lokasinya sekitar 200 meter dari rumah pelaku. Lalu, pelaku mengajak korban jalan-jalan ke minimarket.
“Setelah korban diajak jalan itu, korban diajaknya ke rumah pelaku. Nah ketika itu korban melihat ada beberapa anak perempuan main diluar rumah hingga korban mengajak keempat perempuan berusia sekitar 7 tahun itu main dengan masuk kedalam rumah ayahnya itu bersama-sama,” terangnya.
Tak berapa lama berselang waktu anak-anak itu didalam rumah pelaku, sambung Heri, pelaku pun kemudian menghubungi istrinya melalui video masangger dan memperlihatkan bahwa korban sedang bersama pelaku bermain dirumahnya itu.
“Dan saat korban diajak bermain bersama pelaku didalam kamar tersebut, dari luar kamar keempat anak perempuan teman korban itu mendengar korban menjerit sambil menangis, hingga mereka pun takut dan keluar dari rumah pelaku itu,” bebernya.
Lebih lanjut Heri menuturkan, korban diantarkan kembali ke rumah mertuanya itu sekitar pukul 15.00 WIB.
“Sampai saat ini pelaku masih tidak mengakui perbuatan. Namun beberapa bulan lalu pelaku membenarkan bahwa pernah memeriksa kemaluan korban dan membersihkan kotoran di kemaluannya saat pelaku mengajak korban tidur di rumah pelaku, sekitar sebelum bulan puasa tadi,” tutupnya. (Ari)
Editor: Janu













