Dan sementara ibu hamil tetap bandel mengkonsumsi kafein yang lebi besar bisa melahirkan berat bayai yang dendah dari 60 ons atau bisa lebih rendah lagi, dan wanita yang jarang minum kopi atau teh, asupan kafein juga dikabarka mempengaruhi tinggi serta lingkar kepala bayi.
Hal ini diungkapkan oleh penulis utama studi Ling-Wei Chen pada Reuters ” asupan kafein tinggi bisa berdampak pada terbatasnya aliran darah menuju plasenta sehingga mempengaruhi perkembangan janin. Kafein bisa masuk dalam plasenta dan karena proses pembersihan kafein begitu lambat seiring perkembangan kehamilan, maka penumpukan kafein akan terjadi pada jaringan janin”. (net)
Editor: Janu













