HealthSumsel

10 Desa di OKI Dapat Binaan Stunting Nasional

×

10 Desa di OKI Dapat Binaan Stunting Nasional

Share this article

“Pada tahun 2015 angka *stunting* di OKI, berada pada angka 34% dan ini terus mengalami penurunan hingga pada tahun 2017 berada di angka 22,5%,” bebernya.

Sementara Sekda OKI, H Husin SPd MM menyampaikan bahwa, jika ada komitmen kuat dari berbagai pihak angka *stunting* di OKI, dapat semakin terkendali.

“Setiap tahun mengalami penurunan. Dengan komitmen yang kuat serta integrasi program dari berbagai stakeholder hingga tingkat Kades, bukan tidak mungkin pada 2023 akan 0%. Tapi bukan tidak mungkin juga dengan komitmen kuat dan integrasi program tiga tahun ke depan sudah 0%,” ujarnya.

Bicara *stunting*, lanjut Husin, ini adalah perbedaan pertumbuhan pada anak di antara anak lain yang seumuran. “Ini bisa diakibatkan oleh kekurangan gizi, untuk itu sangat perlu diperhatikan asupan saat masa pra-kehamilan, saat hamil hingga anak berumur 2 tahun,” jelasnya.

Sementara itu, ahli gizi yang menjadi pemateri dalam seminar ini DR Rita Ramayulis DCN MKes menerangkan, stunting ini akan menentukan nasib bangsa. Pasalnya, stunting ini salah satunya akan berpengaruh pada kecerdasan otak anak.

“Perti Pertumbuhan tinggi badan masih ada beberapa fase pada kehidupan manusia. Yang tidak bisa diperbaiki adalah kecerdasan otak, dan ini kata kunci kenapa stunting harus diberantas,” tegasnya.

Oleh karena itu, stunting ini akan berimbas pada produktivitas. “Oleh karena itu, sangat perlu diperhatikan bagaimana asupan gizi, pemberian ASI serta perilaku hidup sehat, hingga pola asuh terhadap anak itu sendiri.
Karena ini akan berpengaruh pada psikomotorik anak,” pungkasnya.(Berkat)

Editor : Chandra Baturajo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *