“Sebab apabila terjadi kenakalan remaja, semisal free seks ketika sudah terjadi yang remaja putri bisa jadi frustasi, tidak menerima kejadian yang ada, dan ini tidak baik, makanya harus dihindari kenakalan anak remaja, matanglah dalam berfikir, bertindak, terus belajar untuk hal-hal yang
positif,”ajaknya.
Bunda Lia juga mengajak anak-anak untuk bercerita dengan para orang tua setiap perkembangan yang dialaminya dan orang tua juga harus aktif memberikan masukan kepada anak-anak untuk hal-hal yang positif.
Tak lupa Bunda Lia juga mengajak para orang tua untuk menanamkan nilai-nilai agama, sehingga mereka dalam bertindak ada batasannya.
“Insya Allah dengan ilmu dan iman generasi kita menjadi generasi sehat yang berprestasi dan membangun Kabupaten yang kita cintai ini,”ungkapnya.
Lanjut Bunda Lia, adanya sosialisasi ini juga turut menekan Angka kematian ibu dan bayi, karena penyebab AKI dan AKB adalah pernikahan dini dan kehamilan yang tidak diinginkan.
“Kemarin ibu ibu bidannya kita sosialisasi kali ini para remajanya, jadi menyentuh semua AKI dan AKB dapat diminimalisir sesuai harapan kita 2019 bebas AKI dan AKB,”tutupnya. (Rls/Era)













