Penyumbang angka pengangguran tertinggi berdasarkan tingkat pendidikan yakni dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yakni 9,21 persen, kedua disusul di tingkat SMA yakni mencapai 7,66 persen. Sedangkan untuk Perguruan Tinggi (PT) 4,53 persen.
“Artinya, lulusan SMK di Sumsel banyak yang menganggur,” ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumsel, Ekowati Retnaningsih saat ditemui, Jum’at (30/11)
Menurutnya, hal ini dikarenakan pencari kerja yang terdidik lebih cenderung memilih pekerjaan akibatnya terjadi ketidakseuaian antara jumlah kesempatan dengan kebutuhan kerja.
Kemudian, rendahnya daya saing tenaga kerja akibat keterampilan yang dimiliki pencari kerja tidak sesuai dengan permintaan pasar dan lain sebagainya.













