KORDANEWS – Seorang ibu muda, warga Tanjung Alai Kecamatan SP Padang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang hendak melahirkan harus kehilangan putri pertamanya. Hal itu terjadi diduga karena lambat mendapat perawatan dari pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kayuagung.
Suami korban, yang diwawancarai bernama N sering di sapa , kepada wartawan mengisahkan, peristiwa meninggal bayinya bermula, ia mendapat rujukan dari bidan desa celika , karena saat diperksa bayinya sungsang (kepala diatas) jadi bidan menyarankan agar dibawa ke rumah sakit.
Berdasarkan rujukan dari bidan, dirinya membawa istrinya ke RSUD Kayuagung guna meminta perawatan atau diambil tindakan operasi.
“Ya, kami datang sekira pukul 11.00 WIB siang Minggu (25/11/2018), lalu disuruh melengkapi administrasi, karena kami menggunakan BPJS, lalu setelah melengkapi syarat yang diminta, lalu kami tetap diminta menunggu,” cerita N kepada wartawan
Dijelaskannya setelah beberapa jam sekira pukul 14:00 WIB, baru istrinya dimasukan ke ruang kebidanan, itupun belum ada tindakan, hanya beberapa perawat laki – laki datang, (mohon maaf) memasukan jarinya ke kamaluan istrinya berulang kali dengan alasan melihat jarak bukaan serviks.
“Iya, mereka bergonta ganti keluar masuk, seperti sibuk dan juga menelpon, dari yang saya dengar sepertinya tidak ada dokter pada saat itu, untuk melakukan operasi,” ujarnya.
Padahal, istrinya sudah mengeluh kesakitan ingin melahirkan sejak dari rumah. Meski sudah mengerang kesakitan, istrinya tak kunjung mendapatkan penanganan dari dokter di RSUD Kayuagung.













