“Saya minta agar istri saya dioperasi saja untuk membantu kelahiran anak kami, tetapi tidak ada penjelasan dan pemberitahuan kepada kami,” ujarnya.
Setelah lama, baru mereka hendak membawa pasien ke ruang operasi lalu keburu istrinya melahirkan dan dalam kondisi anak saya sudah meninggal dunia.
RSUD OKI menjelaskan .dr H Fikram selaku Dirut rumah sakit menjelaskan, segera dilakukan audit maternal perinatal kerena kejadian itu ini juga sudah direspon Dinas Kesehatan Sumsel. Seharusnya ini tidak terjadi dan akan ditelusuri penyebabnya apakah keterlambatan pasien datang ke rumah sakit , keterlambatan atau ada gejala penyerta.” Selama ini tidak ada kejadian ibu atau bayi meninggal saat melahirkan di RSUD, karena kami sangat hati-hati dalam menangani pasien sesuai prosedur, dokter kebidanan saja ada empat orang dan peralatan lengkap,”tegasnya.
Nang Suami pasien Elisa warga Desa Sungai Pinang mengaku, istrinya sudah mengalami mulas sejak pukul 03.00 WIB Minggu (25/11) kemudian dibawa ke rumah bidan di Desa Celikah.” Saat diperiksa normal dan sudah masuk waktu lahir,”kenangnya.
Kemudian ia disarankan bidan untuk pulang dulu ke rumahnya untuk bersiap, tapi pada pukul 13.00 WIB mengalami pecah ketuban dan langsung menelpon bidan dan dianjurkan bidan ke RSUD karena posisi bayi pertamanya ini sungsang serta dijelaskan dengan segala resiko ditakutkan tali pusar terjepit.
Setelah dibawa ke RSUD Kayuagung sekitar pukul 11.00 WIB langsung ke IGD dan diusahakan normal ia pun menunggu kelahiran hingga pukul 14.00 WIB.
Dirinya tidak mengetahui kenapa dokter sangat lama menangani istrinya untuk dilakukan tindakan karena kalau dilihat semuanya sudah tidak ada masalah bayi perempuannya lahir normal, tapi bayinya meninggal.” Kami sudah ikhlas dan menyerahkan semuanya kepada Allah,”tandasnya.
editor : awan













