KORDANEWS – Bank Dunia turut berupaya mengurangi emisi dan membantu negara-negara miskin menghadapi dampak pemanasan global melalui penambahan investasi untuk mengatasi perubahan iklim.
Bank Dunia dan dua organisasi yang dikelolanya akan menambah investasi hingga dua kali lipat menjadi sekitar USD 200 miliar dari 2021-2025. Dana tersebut akan digunakan untuk mendorong upaya adaptasi pada pemanasan suhu, cuaca buruk, dan naiknya ketinggian air laut.
Data terbaru untuk pendanaan iklim bagi negara-negara berkembang hanya seperempat digunakan untuk adaptasi perubahan iklim. Dari dana adaptasi itu, sebagian besar untuk penerapan energi ramah lingkungan dan penggunaan energi secara lebih efisien untuk memangkas emisi penyebab pemanasan global.
“Kita harus memerangi berbagai penyebab, tapi juga beradaptasi pada sejumlah dampak yang seringkali sangat dramatis bagi rakyat termiskin di dunia,” ungkap Chief Executive Officer (CEO) Bank Dunia Kristalina Georgieva saat para pemimpin dunia akan berunding di Polandia membahas perubahan iklim.
Dana sebesar USD 100 miliar dari Bank Dunia dalam lima tahun dari pertengahan 2020, sebagian akan digunakan untuk langkah-langkah adaptasi. Itu termasuk membangun rumah, sekolah dan infrastruktur yang lebih kuat menghadapi dampak perubahan iklim. “Dana itu juga untuk menyiapkan para petani menghadapi perubahan iklim, mengelola air dengan lebih baik dan melindungi pendapatan warga melalui jaring pengaman sosial,” papar Georgieva, dilansir dari kantor berita Reuters.
Bank Dunia menjelaskan, dana itu juga akan memperbaiki perkiraan cuaca dan menyediakan peringatan dini serta layanan informasi iklim pada 250 juta warga di 30 negara berkembang.













