BERBICARA mengenai pembelajaran di Sekolah terkhusus tingkat SD/MI. Ekspresi dan perhatian yang diberikan oleh siswa sangatlah bervariasi. Ada yang sangat antusias maupun sebaliknya. Terkadang siswa merasa bosan dengan pembelajaran yang di sampaikan oleh seorang guru jika guru tersebut hanya menggunakan model, metode, teknik dan strategi pembelajaran yang bisa dikatakan dengan cara klasik dan terbilang membosankan. Hal tersebut membuat sebagian siswa malas-malasan, mengantuk bahkan acuh tak acuh terhadap materi yang disampaikan oleh guru yang mengajar di depan kelas.
Namun demikian, bukan berarti hal tersebut menjadi suatu masalah yang sangat buruk bagi guru. Guru dapat membenahi masalah tersebut dengan cara yang cukup mudah untuk dipelajari yakni mengembangkan kembali model, metode, teknik maupun strategi yang telah ada sehingga pemahaman dan aktivitas siswa terhadap pembelajaran yang disampaikan lebih baik. Apalagi kurikulum yang berlaku sekarang yaitu kurikulum 2013 telah memberikan gambaran kepada setiap tenaga pendidik bagaimana pembelajaran yang sebaiknya di sampaikan dalam kelas. Hal yang harus di junjung tinggi sekarang ialah konsistensi seorang guru dalam mengimplementasikan tahapan pembelajaran yang tercantum dalam kurikulum tersebut.

Salah satu cara yang dapat guru lakukan agar pembelajaran dapat mendorong pemahaman dan aktivitas siswa ialah pembelajaran praktek nyata atau dalam bahasa lain ialah pembelajaran kontekstual. Hal ini telah diterapkan oleh salah satu guru kelas V yakni Ibu Risnaini di MIN 2 Palembang pada, Jumat (2/11/2018). Menurut Ibu Risnaini pembelajaran praktek ini dilakukan dalam rangka mengukur sampai sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan.
Dalam hal ini, materi yang diampu yaitu pengukuran debit air. Siswa di tugaskan untuk membawa satu buah botol berukuran 2 Liter dan stopwatch sejak satu minggu sebelum praktek dimulai. Dalam proses pelaksanaanya, siswa diminta untuk membagi kelompok menjadi 10 kelompok dimana tiap kelompok nantinya di tugaskan untuk menghitung debit air yang dimasukkan kedalam tiap botol dengan ukuran yang bervariasi, dimulai dari ukuran penuh, setengah dan seperempat. Selain itu juga, proses pengisian air tersebut dihitung dengan stopwatch sehingga besar debit airnya nanti bisa dihitung dengan perumusan isi air dibagi waktu pengisian.













