Berkurangnya estrogen mengakibatkan berbagai sel, jaringan, dan otot di sekitar vagina melemah dan tak bisa beregenerasi dengan cepat. Leher rahim, vagina, dan labia pun sudah tak selentur dulu lagi sehingga Anda akan merasakan sensasi seolah vagina melar.
Selain karena proses penuaan, melahirkan normal juga bisa membuat vagina mengendur. Ini karena bayi dilahirkan melalui leher rahim dan bukaan vagina.
Vagina pun akan membuka jalan yang cukup lebar supaya bayi bisa lewat. Proses ini bisa memakan waktu yang lama sehingga leher rahim dan vagina harus tetap berada pada kondisi meregang terus.
Karena itu, Anda mungkin membutuhkan waktu beberapa saat sampai vagina kembali lagi ke bentuknya semula. Bila tak kunjung rapat lagi, Anda bisa mencoba berbagai cara mengencangkan vagina seperti senam Kegel atau terapi laser.
Apakah bentuk vagina bisa berubah kalau sering berhubungan seks?
Banyak wanita yang merasa khawatir kalau vagina akan melar akibat seks. Pada kenyataannya, jika dilakukan secara bijak dan aman, seks tak akan mengubah bentuk vagina sama sekali.
Menurut dr. Mary Jane Minkin, seorang pakar reproduksi dan kandungan dari Yale Medical School, seks sesering apapun tidak akan berdampak pada organ kewanitaan Anda. Vagina baru akan bermasalah bila Anda terinfeksi penyakit kelamin yang disebabkan oleh seks tidak aman.(net)
Editor : mahardika











