KORDANEWS – Panglima Tentara Pembebasan Nasional (TPN) Papua Barat, Organisasi Papua Merdeka (OPM), Goliath Tabuni menyatakan siap melayani sikap aparat keamanan Indonesia, yakni TNI dan Polri.
”Kami sudah ikuti semua pernyataan petinggi keamanan Indonesia melalui media sosial. Tolong tulis Ipar (kakak), bahwa kami akan berjuang sampai titik darah penghabisan. Ini negara kami, masa kami menyerah,” kata Goliath dilansir dari Gatra.com melalui sambungan telepon internasional, kemarin.
Dia membenarkan bahwa 31 orang yang tewas, ditembak mati anak buahnya dari Markas Komando Distrik Papua ( Makodip III) Ndugama, pimpinan Egi Kogoya dengan Komandan Operasi lapangan Pemne Kogoya.
Kodip III ini di bawah Kodap VI Lapego yang membawahi Kodip Pegunungan Bintang, Wamena, Lani Jaya, Puncak Jaya, Nduga, Yakuhimo, Yalimo, Membramo Tengah dan Tolikara.
”Anak buah saya yang pimpin penembakan itu, karena perintah kesatuan. Sudah diputuskan dalam rapat di Markas TPN OPM di Rimba Papua pertengahan November 2018 lalu. Bahwa siapa saja yang menggangu upacara HUT Papua Merdeka, akan ditembak mati. Anggota kami yang tahu dan membiarkan juga dia juga akan ditembak mati di markas,” kata Goliath Tabuni.
Karena itu, kata Goliat Tabuni, sangat lucu ada pernyataan aparat Indonesia agar anggota TPN PB OPM menyerah atau ditembak mati.













