” Selain itu ide tersebut muncul dari Dishub Sumsel karena pada dasarkan belum maksimal penggunaannya untuk pelabuhan penumpang, “katanya saat melakukan kunjungan ke Palembang, Sabtu (8/12).
Menurutnya, ide ini cukup baik untuk mengangkut barang dari Sumsel ketempat yang terdekat terlebih dahulu seperti ke Bangka Belitung (Babel).
“Pelabuhan ini bukan untuk kapal besar mengingat draftnya pendek sehingga hanya mampu untuk kapal yang mengangkut 2000 GT atau setara dengan kapal penumpang bermuatan 500 orang, “ungkapnya.
Namun, pihaknya juga berencana untuk mengubah operatornya yang semula Pelindo bakal dialihkan ke Angkutan Sungai dan Penumpang (ASDP). Namun, pengalihan ini akan dilakukan secara bertahap karena ASDP masih ingin melakukan studi terlebih dahulu.
Sembari melakukan studi, pihaknya akan melakukan persiapan sebelum dilakukannya operasional Pelabuhan TAA ini. Nantinya, ASDP pun dapat bekerja sama dengan pengelola untuk menjalankan pelabuhan ini.
“Jadi nantinya pelabuhan penumpang akan dilakukan di pelabuhan sekarang, sedangkan untuk pelabuhan barang akan dilakukan di pelabuhan TAA,” terangnya.
Dengan dialihkannya Pelindo ke ASDP maka diharapkan margin yang dihasilkan ASDP lebih baik dan bisa mensubsidi silang untuk pelabuhan penumpang. “Tapi yang jelas nantinya bisa beroperasional dulu saja sudah baik,” tutupnya.
(Ab)
Editor : Chandra Baturajo.













