Direktur Keselamatan Perkeretaapian Edi Nursalam Kementeran Perhubungan mengatakan, sosialisasi kali ini diikuti sebanyak 100 peserta soslalisasi yang terdiri dari kalangan milenial Palembang akan diajak untuk menjadi agen menggunakan transportasi LRT.
“Sosialisasi ini bertujuan untuk mengajak seluruh kalangan milenial di Palembang agar beralih mengunakan LRT Sumsel dalam melakukan mobilisasl ke Kampus, Sekolah, maupun jalan-jalan,” katanya, disela-sela sosialisasi di Stasiun LRT RSUD Fatimah KM 5, Sabtu (15/12).
Menurut Edi, dilihat dari tingkat keselamatan LRT Palembang dinilai tebih aman dari kendaraan jalan raya. Kehadiran LRT sendiri diharapkan dapat menambah mindset kalangan milenial Palembang dalam bertransportasi dengan
menjadikan LRT ini sebagai transpotasi pilihan utama bagi kalangan milenial karena harganya pas di kantong dengan tarif RP5000 ke berbagai tujuan selain bandara, karena kalau ke bandara dipatok harga RP 10.000.
“Sosialisasi ini akan terus dilakukan, supaya ke depan agar LRT bisa menjadi angkutan umum yang ramai, dan masyarakat pun terbiasa menjadikannya sebagai angkutan utama di Kota Palembang,” ujarnya.
Dari segi antusias Edi menambahkan, masyarakat milenial Palembang menggunakan transportasi kekinian tersebut sudah cukup baik. Dengan dilakukannya sosialisasi LRT, diharapkan antusiasme milenial semakin meningkat dan menjadi LRT pertama kali di Indonesia ini sebagai tranportasi sehari-hari.
“Budayanya harus berubah, mungkin sehari-hari kalangan milenial ini menggunakan motor. Diharapkan kedepan LRT ini dimanfaatkan sehingga, LRT bisa digunakan sebagai tranportasi sehari-hari,” bebernya.













